Pura Besakih merupakan Pura terbesar di Bali yang dibangun di bawah kaki Gunung Agung yang disebut juga sebagai Ibu dari seluruh Pura di Bali yang teletak di Kec. Rendang, Kab. Karangasem. Pura Besakih pertama kali dibangun pada tahun 1284 oleh seorang tokoh agama Hindu dari India yang telah lama menetap di pulau Jawa, yaitu Rsi Markandeya dan para pengikutnya.

Pura Besakih Bali terdiri dari 1 Pura Pusat yang diberi nama Pura Penataran Agung Besakih, dan terdapat 18 Pura pendamping yang berada di sekeliling Pura Penataran Agung Besakih, 1 buah Pura Basukian serta 17 pura lainnya.
Di Pura Besakih, wisatawan berkesempatan untuk menyaksikan pelaksanaan upacara spesial yang tidak dijumpai di pura lain. Salah satu upacara yang dimaksudkan adalah Upacara Panca Wali Krama. Upacara keagamaan yang satu ini merupakan tradisi khusus yang hanya dilangsungkan setiap 10 tahun sekali dan selain itu juga ada Upacara Eka Dasa Rudra yang dilaksanakan setiap 100 tahun sekali.

Upacara Panca Wali Krama dilakukan dengan tujuan untuk mendoakan kesejahteraan bagi bumi serta makhluk hidup yang ada di dalamnya. Di waktu yang sama, upacara ini juga dilangsungkan untuk menjaga harmonitas alam semesta dan menetralkan antara alam bawah, tengah, serta atas. Upacara ini berlangsung selama 2 bulan. Pada rentang tersebut, masyarakat Bali akan melakukan penyucian diri serta lingkungan, baik secara niskala ataupun skala.

Untuk dapat menuju Pura Besakih dari arah Denpasar, jarak yang ditempuh, yakni sekitar 25 km atau selama 2 jam. Namun, dengan mengendarai kendaraan yang nyaman, perjalanan Dharma Yatra menuju Pura Besakih bersama keluarga, kerabat dekat, saudara sebanjar, maupun bersama rekan kerja akan menjadi sangat mudah dan tentunya menyenangkan. Oleh karena itu, kami menyediakan Paket Tirta Yatra dengan menggunakan kendaraan yang nyaman dan dengan harga yang sangat terjangkau.
Kunjungi website kami di www.balimidori.com untuk informasi selengkapnya.


