Setelah perjalanan panjang dari Denpasar sekitar 3 Jam kami tiba di kaki Bukit Kursi yang saat ini sedang gersang dilanda kekeringan. Tangkil ke pura ini, para pemedek harus menyiapkan stamina yang fit, karena harus menapaki ribuan anak tangga dan perjalanan agak menanjak walaupun tidak ada tanjakan terjal, tetapi butuh waktu dan usaha ekstra untuk bisa menikmati keindahan yang disuguhkannya.

Sekitar 50 meter dari pelataran parkir kendaraan, ribuan anak tangga sekitar 700 meter menanti anda. Siapkan juga makanan dan minuman karena di puncak bukit belum ada pedagang. Menapaki tangga demi tangga yang berada di lereng dan di punggung bukit, tidak akan terasa karena sepanjang perjalanan anda disuguhi pemandangan menarik dan berhenti sejenak dan bersiap untuk foto selfie.
Areal Pura Bukit Kursi

Terdapat 2 pelinggih dan 2 altar didalam area pura tepatnya didepan batu besar yang bentuknya menyerupai kursi. Satu bale bengong dan pesandekan dengan ukuran sekitar 10 meter x 3 meter dengan pemandangan indah ke arah lautan lepas diantara perbukitan asri. Beberapa tangga dibawah pura terdapat toilet dan tempat mandi dengan air yang cukup bersih. Listrik dan lampu tersedia sepanjang jalan menuju pura dan tersedia disekitar pura Batu Kursi.
Lokasi Pura Bukit Kursi

Pura Batu Kursi berlokasi di bukit perbatasan Banjar Kembang Sari dan Banjar Pala Sari, Desa Pakraman Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Jarak dari Denpasar cukup jauh sekitar 123 km, sedangkan dari objek wisata Lovina berjarak 46 km. Tempat-tempat populer yang berdekatan dengan Bukit Batu Kursi ini adalah Pura Pemuteran, Pura Pulaki, Pura Melanting dan juga Pulau Menjangan, sehingga jika mengunjungi lokasi ini dengan tujuan wisata rohani Tirtayatra anda bisa mengunjungi sejumlah tempat terdekat tersebut, dari letaknya posisi pura Bukit Batu Kursi ini berada di belakang Pura Pemuteran (Pura Mutering Jagat).

Demikianlah asal mula nama Pura Bukit Kursi di Gerokgak, Buleleng


